Prof. Dr. Maurice Bucaille adalah ahli bedah kenamaan asal Perancis yang "Masuk Islam karena Fir'aun". Awalnya Beliau ditugaskan untuk meneliti fakta ilmiah tentang mumi Fir'aun. Kandungan garam pada tubuh mumi Fir'aun membuktikan bahwa dia mati tenggelam, lalu dibalsem dijadikan mumi sehingga awet sampai sekarang. Bucialle menganggap hasil penemuannya ini sebagai fakta ilmiah baru di dunia medis. Beliaupun membuat laporan akhir dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern', dengan judul aslinya, 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.
Tampilkan postingan dengan label kisah islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah islami. Tampilkan semua postingan
Sahabat Malaikat Pencabut Nyawa
Ada seorang hamba yang begitu taat kepada Tuhan. Sebut saja namanya
Fulan. Fulan sangat rajin beribadah. Pendeknya, Fulan ini tak pernah
lalai sekalu pun kepada Allah SWT.
Suatu hari ada yang bertemu ke rumah Fulan. Betapa kaget Fulan ketika
mengetahui siapa gerangan yang datang bertamu. Tamu itu ternyata
Izrail, malaikat pencabut nyawa. Terjadilah tanya jawab antara Fulan
dengan tamunya itu.
Kisah Hasan Al Bashri dengan Gadis Kecil
Sore itu Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusut dan terurai, tak beraturan.
Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu.
Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu.
Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya.
Buah Kejujuran Penjaga Kebun
Pada kisah Islami kali ini kita akan membahas kisah tentang Mubarak. Seorang penjaga kebun Delima yang jujur. Suatu ketika pemilik kebun datang berkunjung bersama sahabatnya guna rekreasi sambil menikmati buah delima yang manis dikebunnya. Beliau memanggil Mubarak dan berkata "Tolong petikkan kami beberapa buah delima yang manis". Mubarakpun langsung melaksanakan perintah sang majikan dengan cepat.
Cara Jitu Mendapatkan Bidadari
Pada kisah islami kali ini saya akan mengisahkan tentang cara jitu mendapatkan bidadari. Tentu saja cara ini berbeda dengan dongeng jaka tarub yang beristrikan bidadari. Tetapi kisah tentang seorang muslim yang sangat taat bernama Ibrahim yang sangat patuh pada perintah ibunya untuk "mendapatkan bidadari".
Janji Bertemu Di Surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.
Faedah Meninggalkan Zinah
Ada seorang pemuda yang kerjanya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini di kenal dengan nama "Faraqna" oleh orang-orang. Walau pun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sangat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pati menyenanginya.
Orang Beriman Selalu Menepati Janji
Suatu hari, pada masa pemerintahan Khalifah Umar, ketika Umar sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya, tiga pemuda bangsawan yang tampan memasuki majelisnya. Dua orang di antaranya berkata, “Kami berdua bersaudara. Ketika ayah kami sedang bekerja di ladangnya, dia dibunuh oleh pemuda ini, yang sekarang kami bawa kepada tuan untuk diadili. Hukumlah dia sesuai dengan Kitabullah.” Khalifah ‘Umar menatap orang yang ketiga dan memintanya untuk berbicara.
Takluknya Sang Playboy
Wajah sepupuku yang satu ini memang sangat tampan. Bila diperhatikan wajahnya tak kalah ganteng dari Bertrand ataupun Christian Sugiono. Mungkin pengaruh nama yang diberikan orangtuanya yaitu Yusuf mirip nama seorang nabi yang terkenal karena keelokan parasnya.
Yusuf tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dengan rambut gondrong semakin menambah ketampanannya di mata kaum Hawa. Pernah suatu ketika kami makan di fast food yang terkenal di salah satu Mall di Makassar, belum sampai lima menit, pelayan membawakan secarik kertas berisi nama dan nomor hp seorang gadis yang tak jauh dari tempat duduk kami.
Bidadari Khusus Untuk Umar Ra
Salah satu khulafaur Rasyidin yang terkenal adalah Umar r.a. Sejak beliau memeluk Islam, umat muslim mulai berani menampakkan keislamannya. Sejak beliau masuk Islam, maka umat muslim terang-terangan melakukan ibadah dengan bebas, sebab kaum kafir Quraisy sangat takut pada umar r.a.
Selain hal tersebut, umar r.a adalah salah satu sahabat yang menyebabkan turunnya beberapa ayat Al Quran sebagai jawaban atas pertanyaan beliau. Ayat tentang hijab dan bolehnya berhubungan dengan Isteri di malam bulan ramadhan adalah salah satu contohnya.
Selain hal tersebut, umar r.a adalah salah satu sahabat yang menyebabkan turunnya beberapa ayat Al Quran sebagai jawaban atas pertanyaan beliau. Ayat tentang hijab dan bolehnya berhubungan dengan Isteri di malam bulan ramadhan adalah salah satu contohnya.
Nasehat Rasulullah SAW pada Abu Dzar
Pada kisah islami kali ini kita akan membahas nasehat Rasulullah SAW pada Abu Dzar a-Ghifffari r.a. Beginilah petikan percakapannya :
Aku berkata kepada Nabi Muhammad SAW, "Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena ia adalah pokok segala urusan." "Ya Rasulullah, tambahkanlah." pintaku.
Tiga Hari Bersama Penghuni Surga
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa'i, Anas bin Malik menceritakan sebuah kejadian yang dialaminya pada sebuah majelis bersama Rusulullah SAW.
Anas bercerita, "Pada suatu hari kamu duduk bersama Rasulullah SAW., kemudian beliau bersabda, "Sebentar lagi akan muncul dihadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga." Tiba-tiba muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri."
Wanita Yang Pertama Masuk Surga
Pada tulisan yang lalu kita telah membahas tentang wanita dunia yang lebih utama dari bidadari. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang wanita pertama yang masuk Surga. Wanita tersebut adalah ummul mukminin Khadijah r.a yang mendampingi Muhammad SAW. selama dua puluh enam tahun, yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi, dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Beliau adalah isteri Rasulullah SAW yang paling dicintai dan hanya terpisah karena kematian. Tahun wafatnya disebut “Tahun Kesedihan” (‘Aamul Huzni).
Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ?
Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.
"Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?" Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. " Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu".
Dengan patuh istrinya kemudian mendengarkan terus apa yang dikatakan oleh suami tercintanya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.
Begitu mengetahui siwanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembira perasaannya. Hatinya berbunga-bunga. Akhirnya kesampaian juga apa yang menjadi keinginannya selama ini kepada wanita cantik itu. Dengan penuh ketidaksabaran ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.
"Aku akan mau berbuat zina denganmu sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini !" Mendengar kesediaan wanita itu, lelaki tersebut langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apapun yang dikehendaki wanita ini akan ia penuhi asalkan ia mau berzina bersamanya. Sungguh ia tak dapat menahan keinginannya melihat kecantikan dan keelokan tubuh wanita tersebut yang indah.
"Apapun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau punya permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang atau apa saja. Pendeknya, aku akan memenuhi apa saja yang engkau inginkan dariku ".
" Baiklah, Aku tak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja." Dengan rasa tak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki-laki itu terus mendesak siwanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.
" Ayo, katakan apa saja, aku pasti akan memenuhinya".
" Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan sholat berjamaah bersama suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus menerus. Tidak boleh terputus." Mengetahui cuma itu permintaan siwanita, maka dengan bersemangat si laki-laki tersebut menyatakan kesangggupannya.
Demikianlah kisahnya. Mulai sejak ia berjanji, maka sholat subuhlah ia sebagaimana permintaan itu. Hingga pada sholat subuh yang keempat puluh berlangsung, yakni setelah janji itu terpenuhi, maka si wanita telah bersiap-siap untuk memenuhi janjinya. Rupanya, si laki-laki-laki telah bertekun karena keinginan hatinya, demikian pikir si wanita.
Pergilah si wanita menemui laki-laki tersebut. Begitu mereka bertemu, apa yang terjadi ? Ternyata kejadian menjadi terbalik. Si wanita mencoba merayu-rayu si laki-laki itu untuk memenuhi keinginannya. Namun apa jawab laki-laki itu ?
"Aku kini sudah bertaubat kepada Allah SWT, wahai perempuan ! Aku tidak mau lagi melakukan perbuatan terkutuk seperti itu !" Mendengar cerita sang istri, perihal jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita itu memanjatkan doa` kepada Allah SWT . "Maha Benar Allah SWT ! Firman-Nya adalah benar. Bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar."
( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )
Sumber : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.
"Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?" Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. " Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu".
Dengan patuh istrinya kemudian mendengarkan terus apa yang dikatakan oleh suami tercintanya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.
Begitu mengetahui siwanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembira perasaannya. Hatinya berbunga-bunga. Akhirnya kesampaian juga apa yang menjadi keinginannya selama ini kepada wanita cantik itu. Dengan penuh ketidaksabaran ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.
"Aku akan mau berbuat zina denganmu sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini !" Mendengar kesediaan wanita itu, lelaki tersebut langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apapun yang dikehendaki wanita ini akan ia penuhi asalkan ia mau berzina bersamanya. Sungguh ia tak dapat menahan keinginannya melihat kecantikan dan keelokan tubuh wanita tersebut yang indah.
"Apapun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau punya permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang atau apa saja. Pendeknya, aku akan memenuhi apa saja yang engkau inginkan dariku ".
" Baiklah, Aku tak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja." Dengan rasa tak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki-laki itu terus mendesak siwanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.
" Ayo, katakan apa saja, aku pasti akan memenuhinya".
" Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan sholat berjamaah bersama suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus menerus. Tidak boleh terputus." Mengetahui cuma itu permintaan siwanita, maka dengan bersemangat si laki-laki tersebut menyatakan kesangggupannya.
Demikianlah kisahnya. Mulai sejak ia berjanji, maka sholat subuhlah ia sebagaimana permintaan itu. Hingga pada sholat subuh yang keempat puluh berlangsung, yakni setelah janji itu terpenuhi, maka si wanita telah bersiap-siap untuk memenuhi janjinya. Rupanya, si laki-laki-laki telah bertekun karena keinginan hatinya, demikian pikir si wanita.
Pergilah si wanita menemui laki-laki tersebut. Begitu mereka bertemu, apa yang terjadi ? Ternyata kejadian menjadi terbalik. Si wanita mencoba merayu-rayu si laki-laki itu untuk memenuhi keinginannya. Namun apa jawab laki-laki itu ?
"Aku kini sudah bertaubat kepada Allah SWT, wahai perempuan ! Aku tidak mau lagi melakukan perbuatan terkutuk seperti itu !" Mendengar cerita sang istri, perihal jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita itu memanjatkan doa` kepada Allah SWT . "Maha Benar Allah SWT ! Firman-Nya adalah benar. Bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar."
( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )
Sumber : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Ummu Syuhada
Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi motivasi orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, beliau bernama Al-Khansa bin Amru. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :
"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Akupun masih teringat padanya setiap matahari hilang di ufuk barat Kalaulah bukan karena banyaknya orang menangis di sampingku karena jenasahnya, niscaya aku bunuh diriku."
Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk mengobarkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang semuanya pandai bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil agar jangan takut menghadapi peperangan dan cobaan.
Pada tahun 14 Hijriyah, Khalifah Umar Bin Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Persia. Semua Umat Islam dari berbagai kabilah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah 41,000 orang tentera. Khansa telah mengarahkan keempat puteranya agar ikut berjihad dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam satuan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang Islam.
Inilah nasehat Khansa kepada putera-puteranya yang akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan ikhlas. Kemudian kamu berhijrah dengan ikhlas. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, ibu tidak pernah merendahkan keturunan kalian, dan aku tidak pernah mengubah hubungan kalian. Kalian telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasanya tempat yang kekal itu lebih baik daripada tempat yang binasa."
Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang artinya "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, semoga menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bunda yang disayanginya.
Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncaknya ketika terjadi pertempuran, semoga kalian akan berhasil mendapat balasan di tempat yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."
Subuh esoknya semua tentara Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah yaitu shalat Subuh, kemudian berdoa semoga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan perintah agar bersiap untuk memulai jihad. Perang satu lawan satu pun berlangsung dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang pasukan Islam melawan pasukan Persia yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .
Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasehat dari ibunya, mereka tidak sedikit pun merasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka berkata,
"Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan memberi nasehat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya sangat berguna. Insya Allah akan kita buktikan dalam waktu dekat ini."
Kemudian ia maju melawan setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang menyerang. Dengan semangat yang berapi-api ia berkata,
"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasehat dari ibu tua kami Nasehatnya wajib ditaati dengan ikhlas. Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama sampai kalian melihat kehancuran Persia."
Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan berkata,
"Sungguh ibu tua kami tetap tegas dan tidak goyah. Beliau telah mengarahkan kita agar bertindak berani dan berakal cemerlang Itulah nasehat seorang ibu tua yang sangat sayang terhadap anak-anaknya. Mari! Segera maju ke medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."
Anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul kakaknya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun berkata,
"Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula karena 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal, Kalau aku tidak membuat pasukan asing yang berkelompok-kelompok itu terjerumus ke jurang bahaya dan musnah dimangsa oleh senjataku."
Bergjihadlah keempat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat ibunya yang berada di garis belakang. Pertempuran berlangsung hebat. Pasukan Islam pada mulanya kebingungan dan kacau karena pasukan persia menggunakan pasukan gajah di barisan depan, sementara pasukan berjalan kaki berlindung di belakang binatang besar itu. Namun pasukan Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, menginjak-injak tentara Persia yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Persia dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Persia kalah telak, dari 200,000 tentaranya hanya sebagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.
Umat Islam lega. Kini mereka mengumpulkan pasukan Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah 7000 orang. Dan dari 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Saat itu juga ramailah pasukan Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah mati syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang dan gembira. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,
"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!"
Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan jenasah puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan 'Ummu Syuhada yang artinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid."
"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Akupun masih teringat padanya setiap matahari hilang di ufuk barat Kalaulah bukan karena banyaknya orang menangis di sampingku karena jenasahnya, niscaya aku bunuh diriku."
Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk mengobarkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang semuanya pandai bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil agar jangan takut menghadapi peperangan dan cobaan.
Pada tahun 14 Hijriyah, Khalifah Umar Bin Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Persia. Semua Umat Islam dari berbagai kabilah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah 41,000 orang tentera. Khansa telah mengarahkan keempat puteranya agar ikut berjihad dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam satuan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang Islam.
Inilah nasehat Khansa kepada putera-puteranya yang akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan ikhlas. Kemudian kamu berhijrah dengan ikhlas. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, ibu tidak pernah merendahkan keturunan kalian, dan aku tidak pernah mengubah hubungan kalian. Kalian telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasanya tempat yang kekal itu lebih baik daripada tempat yang binasa."
Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang artinya "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, semoga menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bunda yang disayanginya.
Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncaknya ketika terjadi pertempuran, semoga kalian akan berhasil mendapat balasan di tempat yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."
Subuh esoknya semua tentara Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah yaitu shalat Subuh, kemudian berdoa semoga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan perintah agar bersiap untuk memulai jihad. Perang satu lawan satu pun berlangsung dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang pasukan Islam melawan pasukan Persia yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .
Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasehat dari ibunya, mereka tidak sedikit pun merasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka berkata,
"Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan memberi nasehat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya sangat berguna. Insya Allah akan kita buktikan dalam waktu dekat ini."
Kemudian ia maju melawan setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang menyerang. Dengan semangat yang berapi-api ia berkata,
"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasehat dari ibu tua kami Nasehatnya wajib ditaati dengan ikhlas. Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama sampai kalian melihat kehancuran Persia."
Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan berkata,
"Sungguh ibu tua kami tetap tegas dan tidak goyah. Beliau telah mengarahkan kita agar bertindak berani dan berakal cemerlang Itulah nasehat seorang ibu tua yang sangat sayang terhadap anak-anaknya. Mari! Segera maju ke medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."
Anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul kakaknya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun berkata,
"Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula karena 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal, Kalau aku tidak membuat pasukan asing yang berkelompok-kelompok itu terjerumus ke jurang bahaya dan musnah dimangsa oleh senjataku."
Bergjihadlah keempat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat ibunya yang berada di garis belakang. Pertempuran berlangsung hebat. Pasukan Islam pada mulanya kebingungan dan kacau karena pasukan persia menggunakan pasukan gajah di barisan depan, sementara pasukan berjalan kaki berlindung di belakang binatang besar itu. Namun pasukan Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, menginjak-injak tentara Persia yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Persia dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Persia kalah telak, dari 200,000 tentaranya hanya sebagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.
Umat Islam lega. Kini mereka mengumpulkan pasukan Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah 7000 orang. Dan dari 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang anak Khansa. Saat itu juga ramailah pasukan Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat anaknya telah mati syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang dan gembira. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,
"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!"
Al-Khansa kembali ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan jenasah puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan 'Ummu Syuhada yang artinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid."
Kesaksian Sehelai Bulu Mata
Pada kisah kemarin kita telah membahas tentang kesaksian seekor unta sebagai bukti kasih sayang Allah SWT kepada hambaNya. Kali ini kita akan membahas kisah islami tentang kesaksian bulu mata.
Alkisah, pada hari kiamat nanti ada seorang hamba Allah SWT yang sedang diadili dan timbangan kejahatannya sangat berat dibanding kebaikannya.Tetapi ia bersikeras membantah,”Tidak. Demi langit dan bumi, sungguh itu tidak benar.Saya tidak melakukan semua itu, “.
Namun, malaikat berkata,”Tetapi semua saksi mengatakan bahwa engkau telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa.”Orang itu menoleh kekiri dan kekanan lalu ke segenap penjuru.Tetapi anehnya, ia tidak melihat seorangpun kecuali dirinya di tempat itu.
Makanya ia pun membantah ” Dimana saksi yang anda maksud? Disini tidak ada orang lain kecuali aku dan suaramu”
.”Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.
Mata berkata "Sayalah yang memandangi"
Telinga berkata "Saya yang mendengar.”
Hidung pun tidak ketinggalan ”Saya yang mencium
Bibir ikut mengaku,”Saya yang merayu.”
Tangan meneruskan,”Saya yang memegang,”
Kaki menyusul.”Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”
Semua saksi yang bicara memberatkan terdakwa sehingga orang tersebut tak mampu lagi mengelak dan pasrah akan keputusan yang bakal dia terima, tapi tiba-tiba muncul saksi baru yaitu sehelai bulu mata. "Ijinkan saya bersaksi" kata bulu mata dengan lembut. Baiklah anda diterima menjadi saksi. Jawab Malaikat.
Bulu mata itupun berkata,”Terus terang saja, pada saat tengah malam yang lengang menjelang ajalnya, aku pernah dibasahinya dengan air mata. Saat itu, ia menangis menyesali segala perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba yang bertobat, walaupun selembar bulu matanya yang terbasahi air mata, dia sudah diharamkan dari ancaman api neraka?Maka saya sehelai bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga.Sampai terdengar suara bergema kepada para penghuni surga,”Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga karena pertolongan sehelai bulu mata.”
Alkisah, pada hari kiamat nanti ada seorang hamba Allah SWT yang sedang diadili dan timbangan kejahatannya sangat berat dibanding kebaikannya.Tetapi ia bersikeras membantah,”Tidak. Demi langit dan bumi, sungguh itu tidak benar.Saya tidak melakukan semua itu, “.
Namun, malaikat berkata,”Tetapi semua saksi mengatakan bahwa engkau telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa.”Orang itu menoleh kekiri dan kekanan lalu ke segenap penjuru.Tetapi anehnya, ia tidak melihat seorangpun kecuali dirinya di tempat itu.
Makanya ia pun membantah ” Dimana saksi yang anda maksud? Disini tidak ada orang lain kecuali aku dan suaramu”
.”Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.
Mata berkata "Sayalah yang memandangi"
Telinga berkata "Saya yang mendengar.”
Hidung pun tidak ketinggalan ”Saya yang mencium
Bibir ikut mengaku,”Saya yang merayu.”
Tangan meneruskan,”Saya yang memegang,”
Kaki menyusul.”Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”
Semua saksi yang bicara memberatkan terdakwa sehingga orang tersebut tak mampu lagi mengelak dan pasrah akan keputusan yang bakal dia terima, tapi tiba-tiba muncul saksi baru yaitu sehelai bulu mata. "Ijinkan saya bersaksi" kata bulu mata dengan lembut. Baiklah anda diterima menjadi saksi. Jawab Malaikat.
Bulu mata itupun berkata,”Terus terang saja, pada saat tengah malam yang lengang menjelang ajalnya, aku pernah dibasahinya dengan air mata. Saat itu, ia menangis menyesali segala perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba yang bertobat, walaupun selembar bulu matanya yang terbasahi air mata, dia sudah diharamkan dari ancaman api neraka?Maka saya sehelai bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga.Sampai terdengar suara bergema kepada para penghuni surga,”Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga karena pertolongan sehelai bulu mata.”
Unta Menjadi Saksi
Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh seorang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memerintahkan untuk memotong tangan Muslim itu, sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."
Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."
Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"
Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."
Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah SWT menjadikan unta ini dapat berbicara perkara yang benar."
Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca salawat ke atas engkau sepuluh kali."
Rasulullah s.a.w bersabda,
"Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca salawat untukku."
Memang membaca salawat itu sangat dianjurkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menjadi saksi.
Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."
Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"
Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."
Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah SWT menjadikan unta ini dapat berbicara perkara yang benar."
Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca salawat ke atas engkau sepuluh kali."
Rasulullah s.a.w bersabda,
"Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca salawat untukku."
Memang membaca salawat itu sangat dianjurkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menjadi saksi.
Abd Qadir Jaelani dan Perampok
Pada kisah islami kali ini saya akan menuliskan tentang Abd Qadir Jaelani dan perampok sebagai persembahan khusus buat HAPIA MESIR sahabat saya yang hebat dan telah mengingatkan untuk segera membuat postingan terbaru.
Pada suatu hari Abd Qadir Jaelani sedang mengembalakan kambing sebagai rutinitasnya sehari-hari. Namun hari itu terjadi peristiwa aneh dimana saat mengembalakan kambing, hewan tersebut berbalik dan berkata " Behentilah.......... Engkau tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang penggembala maupun petani". Melihat kejadian itu Abd Qadir Jaelani langsung berlari ketakutan pulang ke rumah. Sesampai di rumah sang Ibu kaget melihat anaknya yang tampak pucat dan berkata " Ada apa wahai ananda tercinta, kenapa engkau telihat pucat?". Sang anakpun bercerita mengenai kejadian kambing aneh tersebut. Setelah selesai menceritakan kisahnya Abd Qadir Jaelani meminta izin kepada ibunya untuk menuntut Ilmu di Iraq yang saat itu terkenal maju dalam bidang Ilmu Pengetahuan. Mendengar permintaan anaknya sang Ibupun terharu. " Ibu akan mengijinkan ananda berangkat walaupun itu sangat berat bagi Ibu. Ibu hanya berpesan agar kamu jangan berbohong dan senantiasa berkata jujur dalam situasi apapun". Ibunyapun memberikan bekal 100 Dinar kepada anaknya dan menjahitkannya di bawah ketiak bajunya agar bisa tehindar dari Perampok.
Akhirnya Abd Qadir Jaelani berangkat dengan rombongan Kabilah menuju ke Iraq. Namun ditengah perjalanan rombongan Kabilah tersebut dihadang oleh perampok. satu persatu anggota rombongan kabilah tersebut diperiksa dan diambil barangnya oleh perampok. Saat perampok tesebut tiba pada seorang anak yang berpakaian sangat lusuh, perampok itu berkata "Apa yang engkau miliki?". Sang anak yang tidak lain adalah Abd Qadir Jaelani menjawab " Aku memiliki 100 Dinar yang tersimpan dibawah ketiakku". Melihat pakaian sang anak yang lusuh perampok itupun pergi karena tidak percaya. Saat perampok yang kedua datang dengan pertanyaan yang sama, sang anakpun menjab dengan jawaban yang sama.
Akhirnya anak tersebut dibawah menghadap kepala perampok. "Apa yang engkau miliki?" tanya big bos perampok tersebut. " Aku memiliki 100 Dinar yang tersimpan dibawah ketiakku" jawab sang anak seperti jawabannya kepada kedua perampok sebelumnya. Pemimpin perampok itupun memerintahkan sang anak untuk digeledah dan tenyata benar ditemukan sebuah kantung berisi uang seratus dinar. "Kenapa kamu mengatakan bahwa dibawah ketiakmu tedapat uang seratus Dinar padahal itu bukan jumlah yang sedikit dan kami juga tidak mengetahuinya?". tanya permpok itu lagi. Abd Qadir Jaelani menjawab bahwa itu adalah amanat dari ibunya untuk senantiasa berkata jujur dan dia tidak ingin mengkhianati pesan Ibunya.
Pimpinan Perampok itupun menangis dan berkata " Anak ini masih kecil tapi sudah takut untuk berbohong sedangkan kita sudah bertahun-tahun melaksanakan kejahatan dan lupa pada Allah SWT". Akhirnya sang perampok itupun sadar dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.
Demikianlah kisah islami kali ini, semoga bermanfaat. wassalam.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah berbicara ketika masih dalam buaian (bayi) kecuali tiga orang, Isa bin Maryam. Beliau bersabda, 'Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Ia membangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya'. Beliau bersabda, "orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang (ketekunan) ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, 'Jika kalian mnghendaki aku akan memberinya ujian'. Mereka berkata, 'Kami menghendakinya'. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan diri kepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina dengan seorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, 'Hasil perbuatan siapa?' Ia menjawab, 'Juraij'. Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci, memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya'. Juraij bertanya, apa yang terjadi dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi'. Ia bertanya 'Dimana dia?' Mereka menjawab, 'Itu dia!' Beliau bersabda, 'Juraij lalu berdiri dan shalat kemudian berdo'a. Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata, 'Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu?' Sang bayi menjawab, 'Aku adalah anak tukang gembala'. Serta merta orang-orangpun menghambur kepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas'. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yang demikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula'. Beliau bersabda, 'Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususi tiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat, maka ia pun berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadap kepada penunggang kuda seraya berdo'a, 'Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia'. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya dan menghisapnya'. Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, 'Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menirukan gerakan si bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.
Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli. Sang ibu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo'a, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Dan pembicaraan itu berulang. Sang ibu berkata (kepada anaknya), 'Dibelakangku berlalu seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Lantas engkau berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia'. Lalu aku berlalu dihadapan wanita hamba sahaya ini dan aku katakan, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'. Lalu engkau berkata, 'Ya Allah jadikanlah aku seperti dia'. Bayi itu berkata, 'Wahai ibu, sesungguhnya penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong di antara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanita itu, orang-orang berkata, 'Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Dia mencuri, padahal ia tidak mencuri'. Sedang hamba sahaya tersebut berkata, 'cukuplah Allah sebagai pelindungku'.
(HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslim dalam Al-Adab.)
Langganan:
Postingan (Atom)





