Istri Ammar Bugis Sang Penakluk Kemustahilan




Ammar Bugis, Lahir di Amerika 22 Oktober 1986. Nama Bugis diambil dari nama kakek buyutnya yang berasal dari Sulawesi, Syeikh Abdul Muthalib Bugis. Beliau hijrah dari Sulawesi ke Mekah dan mengajar Tafsir di Masjidil Haram. Beliau sudah hafidz Qur'an sejak usia 13 Tahun dan hebatnya lagi beliau mempelajarinya hanya 2 Tahun. Beliau lulus cum laude pada Jurusan Jurnalistik King Abdul Aziz University dan saat ini beliau menjadi wartawan olahraga Harian Al Madinah yang terbit di Jeddah, dan kolumnis Harian Ukaz terbitan Riyadh.
Ummu Yusuf
Ammar juga menjadi dosen di Universitas Dubai sambil meneruskan pendidikan S-2 di sana atas beasiswa Pangeran Uni Emirat Arab, Hamdan bin Muhammad bin Rasyid Al Maktum Al Fazza. Kisah hebat Ammar Bugis juga telah dibukukan dalam judul "Qohir Al Mustahil" (Penakluk Kemustahilan).
Saya pikir tidak perlu panjang lebar tentang hal ini karena Beliau telah berkunjung ke Indonesia.
Pada bukunya tersebut beliau juga membahas betapa hebatnya kekuatan cinta seorang wanita pada bab My Lovely Ummu Yusuf (Istri Ammar Bugis Sang Penakluk Kemustahilan).
Ammar Bugis dan Istri

Berikut petikannya :
Inilah gadis yang menerima saya sebagai suami dengan penuh kerelaaan dan ketenangan jiwa
Inilah gadis yang mau menerima saya sebagai suami untuk menunaikan misi yang telah dimulai oleh kedua orang tua saya
Inilah gadis yang telah menerima saya sebagai suami meski mahar yang saya berikan hanya 7000 Reyal
Inilah gadis yang menerima saya sebagai suami meski begitu banyak orang yang menentangnya

5 komentar:

  1. Wah hebat saya juga orang bugis tinggal di sulawesi-selatan tepatnya di kota parepare :D

    BalasHapus
  2. Bukan main, sob. Kerelaan menerima suami dg segala kekurangan akan membawa ketenangan. Terima kasih sharenya.

    BalasHapus
  3. sangat bertuah suaminya dapat isteri seperti wanita ini...

    BalasHapus
  4. Allahu Akbar semoga jannah utk keduanya =)

    BalasHapus
  5. informasi yg sangat menarik sobat
    terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus

Komentar Anda Sangat Berarti